Amanah Kunci Keamanan

Masjid Shah Faisal di Islamabad

Assalammualaikum.  Dari Huzaifah, katanya: “Diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada kami dua buah hadis; salah satu dari padanya telah saya lihat kenyataannya; dan sekarang saya sedang menunggu kenyataan hadis yang kedua. Hadis yang pertama, bahawa amanah itu turun lalu masuk ke lubuk hati orang, Kemudian turun Al-Quran lalu menjadi pedomannya, demikian pula sunnah Rasulullah SAW. Hadis yang kedua, tentang pencabutan amanah. Kata Rasulullah SAW: “Seseorang tidur sekejap lalu dicabut amanah dari hatinya dan tinggallah bekasnya seperti titik yang kecil; kemudian ia tidur pula lalu dicabut lagi sisa amanah itu, dan hanya tinggal seperti bengkak kecil di telapak tangan yang timbul setelah mengerjakan sesuatu dengan memakai kapak atau sebagai bengkak di kaki kerana memijak bara, isinya hanya sedikit cairan. Pada masa itu kelak hampir saja tak ada lagi amanah dalam masyarakat sehingga dikatakan: “Oh, di sana ada orang yang amanah; kata orang kepadanya; alangkah sabarnya, alangkah baiknya, alangkah cerdiknya; tetapi sebenarnya batin orang itu kosong dari keimanan, Kata Huzaifah:” Pada masa yang silam, zaman kejujuran itu telah ku alami, sehingga saya biasa berniaga dengan siapa pun; jika dengan orang Muslim ia jujur kerana agamanya, jika dengan orang Nasrani atau Yahudi maka kejujuran itu ada di tangan atasannya.” Adapun zaman sekarang, aku tidak mahu lagi berniaga kecuali dengan si Anu dan si Anu (kerana amanah)”. (Muslim)

Huraian
Dunia hari ini sering digemparkan dengan berita-berita mengenai pecah amanah di sana sini. Bapa merogol anak, bayi baru lahir dibuang, warga tua diragut, kanak-kanak didera, dan berbagai-bagai lagi kejadian yang menyentuh hati dan membangkitkan kemarahan banyak pihak. Semuanya berpunca daripada hilangnya sifat amanah dari jiwa manusia. Sesungguhnya di akhir zaman ini amat sukar untuk mencari orang yang benar-benar amanah sedangkan apa jua perkara dan tindakan yang diambil perlukan sifat amanah. Seorang bapa yang khianat tidak akan menjaga anak yang menjadi amanah Allah kepadanya bahkan diperkosa anaknya sendiri atau dia berzina dengan wanita lain. Begitu juga dengan kerajaan yang dipimpin oleh penguasa yang tidak amanah sudah pasti suatu hari nanti umat akan hancur. Fakir yang sombong juga tidak akan sudi menerima bantuan dan perhatian orang lain sedangkan ia sangat memerlukannya. Kesudahannya hidupnya tidak akan berubah sampai bila-bila hinggakan kefakiran tersebut membawanya kepada kekufuran. Hakikatnya janganlah kita mengkhianati amanah sedangkan kita mengetahuinya. Balasannya di hari akhirat kelak amat dahsyat menunggu kita.

Sumber : HIMPUNAN HADITH HARIAN JAKIM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s